Berita Edukasi, 21 September 2013

1 ) Tunggu 25 Tahun, ITS Akhirnya Jawara Umum di Pimnas XXVI
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/20/373/869432/tunggu-25-tahun-its-akhirnya-jawara-umum-di-pimnas-xxvi

Sabtu, 21 September 2013 11:04 wib
JAKARTA – Menyabet gelar juara umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXVI merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Bagaimana tidak, mereka harus menanti selama seperempat abad untuk bisa menyandang gelar tersebut. Melengkapi kegembiraan tersebut, pada Kamis 17 September 2013, birokrasi ITS bersama seluruh pejuang Pimnas menyajikan acara syukuran. Acara tersebut menjadi sebuah tanda rasa syukur civitas academica ITS kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkatnya dalam kompetisi tahunan yang digelar di Lombok itu. Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS Bambang Sampurno mengungkap, perolehan delapan medali emas sekaligus membawa pulang piala bergilir Adikarta Kertawidyadi sungguh di luar dugaan. Sebab, persiapan yang dilakukan para peserta terbilang sangat mendadak. “Puji syukur selalu kita panjatkan kepada Allah. Meski dengan kesempatan yang sempit dan dana yang terbatas, ITS akhirnya bisa menjadi juara umum,” ujar Bambang, seperti dikutip dari ITS Online, Sabtu (21/9/2013).

…dst

2 ) ITS Kembali Luncurkan Mobil Listrik Jilid II
http://news.detik.com/read/2013/09/21/003237/2365277/10/its-kembali-luncurkan-mobil-listrik-jilid-ii?n992204fksberita

Sabtu, 21/09/2013 00:32
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya nampaknya tak patah arang dalam merancang mobil bertenaga listrik. Yang terbaru, ITS kembali meluncurkan mobil tenaga listriknya yang kedua, setelah mobil listrik yang pertama terbakar saat akan mengikuti lomba, 26 April lalu. Lahir dengan tampilan yang lebih istimewa dari sebelumnya, mobil yang diberi nama EC-ITS II (baca: easy ITS) ini siap nampang di APEC yang dihelat di Bali 8 Oktober mendatang. “Kami tetap beri nama yang Pak Nuh kasih dulu. EC ITS. Artinya easy, mudah. Membuktikan pemikiran orang yang membuat mobil itu susah, tapi untuk tim kami ini mudah, kami berhasil mewujudkannya,” kata Nur Yuniarto usai memamerkan EC-ITS II di halaman gedung rektorat ITS, Jumat (20/9/2013). Dosen pembimbing tim mobil listrik ITS ini kemudian menjelaskan kelebihan mobil yang dirampungkan dalam waktu 5 bulan ini. “Tenaganya sekarang jauh lebih besar. Pakai mesin motor 60 kw. Yang pertama hanya 10 kw,” ungkapnya.

…dst

3 ) Rektor ITS: Mobil Murah Kikis Mimpi Mobnas
http://news.detik.com/read/2013/09/21/001256/2365275/475/rektor-its-mobil-murah-kikis-mimpi-mobnas?n992204fksberita

Sabtu, 21/09/2013 00:23 WIB
Jakarta – Program pemerintah mengeluarkan kebijakan mobil murah (LCGC) disesalkan rektor ITS. Sebab, program mobil murah telah mengikis mimpi anak didiknya untuk merakit mobil nasional (mobnas). “Kawan-kawan di kampus ini sedikit kecewa terhadap kebijakan LCGC. Ini tentu akan menghentikan impian mobnas. Semakin jauh dari cita-cita,” kata Tri usai menemani tim ITS memamerkan mobil listrik EC-ITS II di halaman gedung rektorat, Jumat (20/9/2013).Kalau semua dari impor, lanjut Tri, maka upaya anak bangsa untuk unjuk kebolehan merakit mobil sendiri akan terganjal. Ia berharap semua bisa dirakit di Indonesia.”Kami riset ini untuk batere, riset charge, riset motor, dan sebagainya. Kami berharap kan smua itu bs dibuat di Indonesia,” katanya. Peluncuran mobil EC-ITS II sendiri dikatakan Tri, merupakan salah satu usaha pembuktian kreatifitas anak bangsa.”Ini salah usaha untuk membuktikan upaya kalau kita bisa. Kita tunjukkan ke dunia,” tegas Tri. Selanjutnya tinggal menunggu upaya pemerintah dalam skala produksi untuk mewujudkan rancangan-rancangan mobnas tersebut. “Kami siap merancang. Rancangan sudah jadi, tinggal bagaimana pemerintah dan sektor industri mengembangkan ini semua. Kalau ITS yang produksi kan nggak mungkin,” terang Tri.

…dst

4 ) Upayakan Sembako Murah, Bukan Mobil Murah
http://www.jpnn.com/read/2013/09/21/192141/Upayakan-Sembako-Murah,-Bukan-Mobil-Murah

Sabtu, 21 September 2013 , 19:49:00
JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan tidak setuju dengan kebijakan mobil murah. Menurutnya, hal itu akan membuat masyarakat menjadi konsumtif. Saat ini, masyarakat terutama yang di desa lebih membutuhkan infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian. “Kebutuhan itu real di lapangan dan sangat dibutuhkan. Sedangkan hadirnya mobil murah menjadikan masyarakat konsumtif,” ujar Taufik di Jakarta, Sabtu (21/9). Menurutnya, pemerintah seharusnya memprioritaskan terlebih dahulu ketahanan dan harga pangan sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat, ketimbang mobil murah yang bukan kebutuhan mendesak. “Saya melihat pemerintah jangan dulu memprioritaskan soal mobil murah, tapi sembako murah dan utamanya untuk memperlancar laju ekonomi. Tapi ini kan memberikan persepsi peningkatan kebutuhan konsumtif saja. Perbaikan jalan lebih penting, sembako lebih penting,” katanya.

…dst

5 ) 8 Mahasiswa Unpad Dikelabui via SMS
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/20/373/869531/8-mahasiswa-unpad-dikelabui-via-sms

Sabtu, 21 September 2013 08:18 wib
JAKARTA – Duh, penipuan melalui short message service (SMS) kembali beredar. Modus penipuan seperti ini pun telah cukup sering terdengar. Seperti yang dialami oleh delapan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 2013. Mereka mengakui ditipu melalui SMS yang mengaku sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad. Modus penipuannya, calon korban dibuai dengan mengatakan bahwa mereka terpilih untuk mengikuti sebuah seminar di Jakarta. “Saya dan beberapa teman mendapat SMS, dia mengaku sebagai dekan. Tapi setelah kami konfirmasi, dekan mengatakan tidak pernah mengirimkan SMS itu. Jadi kami tahu ini adalah upaya penipuan,” kata salah satu mahasiswa yang tidak bersedia disebutkan namanya, saat bersama tujuh teman lainnya datang ke ruang Humas Unpad, seperti disitat dari laman Unpad, Sabtu (21/9/2013).

Baca juga  Berita Edukasi, 2 September 2013

…dst

6 ) Belajar Pancasila, 12 Ulama Afganistan Berguru ke UGM
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/20/373/869472/belajar-pancasila-12-ulama-afganistan-berguru-ke-ugm

Sabtu, 21 September 2013 14:19 wib
JAKARTA – Indonesia terdiri dari bangsa dan budaya yang multikultural. Oleh karena itu, toleransi yang tinggi sangat dibutuhkan. Prinsip tersebut bahkan sudah dicanangkan sejak awal melalui dasar negara, yakni Pancasila.Ingin mempelajari lebih jauh tentang Pancasila, sebanyak 12 ulama terkemuka dari 12 provinsi di Afghanistan pun menyambangi kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dipimpin oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu melakuan diskusi dengan para pakar UGM terkait perkembangan kehidupan toleransi antar umat beragama di Indonesia.Wakil Sekjen PBNU Abdul Munim mengatakan, 12 ulama dari Afghanistan itu sengaja didatangkan ke Indonesia untuk mengetahui lebih jauh tentang Pancasila. Sebab, mereka meyakini Pancasila sebagai pemersatu kehidupan masyarakat Indonesia yang terkenal majemuk.

…dst

7 ) Unmul-Unnes Gelar Pendidikan Profesi Konselor
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/20/373/869460/unmul-unnes-gelar-pendidikan-profesi-konselor

Sabtu, 21 September 2013 13:13 wib
JAKARTA – Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kerjasama tersebut terjalin dalam bidang Pendidikan Profesi Konselor (S-1) dan Pendidikan Bimbingan Konseling (S-2).Rektor Unnes Fathur Rokhman menyebut, nantinya, kerjasama yang terjalin tidak hanya dalam bidang itu saja, tetapi mencakup pula bidang tri dharma perguruan tinggi lain. “Seperti tukar menukar mahasiswa, dosen, dan kegiatan ilmiah,” tutur Fathur, seperti disitat dari laman Unnes, Sabtu (21/9/2013).Hal itu, menurut Fathur, dikarenakan perguruan tinggi harus saling memberi keunggulan yang dimiliki masing-masing supaya memberi kebermanfaatan yang lebih luas. “Sistem sertifikasi dosen (serdos) dan sertifikasi guru yang dikembangkan oleh Unnes, misalnya, dapat dikembangkan dan digunakan oleh mitra kerjasama,” katanya.

…dst

8 ) Komunitas ASEAN Bikin Mahasiswa Indonesia Gaul
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/20/373/869538/komunitas-asean-bikin-mahasiswa-indonesia-gaul

Sabtu, 21 September 2013 17:14 wib
JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan kesempatan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kegiatan pemasyarakatan ASEAN di Unsoed tersebut, merupakan bagian dari rangkaian pemasyarakatan Komunitas ASEAN 2015 di Kabupaten Banyumas, yang dilaksanakan pada 12 hingga 14 September lalu. Apa ya yang dimaksud dengan Komunitas ASEAN? Komunitas ASEAN adalah bentuk integrasi ASEAN yang lebih mendalam dengan cakupan bidang kerjasama yang luas. Diprediksi, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemenang dalam Komunitas ASEAN.”Posisi Indonesia sebagai satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam G-20, merupakan pengakuan potensi dan kekuatan ekonomi Indonesia,” ucap Direktur Sesparlu, Pusdiklat Kemlu RI Henk Edward Saroinsong, seperti disitat dari laman Kemlu, Sabtu (21/9/2013).

…dst

9 ) Kulit Pisang Jadi Plastik, Mahasiswa UI “Kebanjiran” Penghargaan
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/20/372/869454/kulit-pisang-jadi-plastik-mahasiswa-ui-kebanjiran-penghargaan

Sabtu, 21 September 2013 12:04 wib
JAKARTA – Setelah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan tisu dari kulit pisang yang memiliki banyak manfaat untuk kulit, kali ini empat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) turut membuat inovasi baru dari bahan baku serupa. Inovasi apa ya kira-kira? Kulit pisang disulap menjadi plastik. Ada-ada saja kreativitas anak muda Indonesia zaman sekarang. Masalah plastik yang mencemari lingkungan mendorong mereka memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan pembuat plastik ramah lingkungan.Adalah mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) UI Muhammad Yusuf Maulana yang mampu menyulap kulit pisang menjadi plastik. Inovasi dari bahan baku yang dianggap sampah itu terinspirasi dari pembuatan plastik dari singkong yang dilakukan oleh salah satu ilmuwan di Tangerang. Yusuf mengetahui, singkong masih satu family dengan pisang. Plastik dari singkong tersebut saat ini telah dikomersialisasikan.

…dst

10 ) Nulis di Kompasiana, Kompasianer ini Dikeluarkan dari Kampus
http://edukasi.kompasiana.com/2013/09/21/nulis-di-kompasiana-kompasianer-ini-dikeluarkan-dari-kampus-593750.html

21 September 2013 | 09:47
Seorang rekan Kompasianer, Wahyu Dwi Pranata ‘dipaksa’ pihak kampus untuk mengundurkan diri. Ia dan orang tuanya ‘dipaksa’ menandatangani surat pengunduran diri oleh pihak kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) karena telah mengeritik pihak kampus melalui tulisan yang dimuatnya di Kompasiana. Tulisan-tulisannya itu dianggap dapat merugikan nama baik Kampus, sehingga ia diminta pihak kampus untuk mengundurkan diri dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Adapun yang menjadi alasan pihak kampus memberikan sanksi pemaksaan pengunduran diri ini dilatarbelakangi oleh postingannya yang terlalu kritis menyoroti aneka kebijakkan almamaternya misalnya, melalui kedua tulisannya (yang telah diminta untuk dihapus dari Kompasiana) yang berjudul: “Kau Renggut Miliaran dari kami lalu Kau Perlakukan Kami Seperti Orang Miskin” dan “Banner Udinus Tipu Mahasiswa. http://www.wawasanews.com/2012/12/banner-udinus-tipu-mahasiswa.html

Baca juga  Berita Edukasi, 11 September 2013

…dst

11 ) Mahasiswa Udinus Dipaksa Mengundurkan Diri karena Terlalu Kritis
http://www.tribunnews.com/regional/2013/09/21/mahasiswa-udinus-dipaksa-mengundurkan-diri-karena-terlalu-kritis

Sabtu, 21 September 2013 09:06 WIB
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Wahyu Dwi Pranata dipaksa mengundurkan diri oleh kampusnya. Pengunduran diri itu dikarenakan pihak kampus menganggapnya terlalu kritis mengomentari kebijakan kampus melalui tulisannya di blog maupun kompasiana. “Tulisan pertama yang saya buat yakni Banner Udinus Tipu Mahasiswa dan dimuat di salah satu situs berita online dan juga akun pribadinya di Kompasiana,” ujar Wahyu Dwi Pranata kepada Tribun Jateng (Tribunnews.com Network), Jumat (20/9/2013). Pada tulisan itu, Wahyu menulis tentang program mahasiswa Udinus yang kuliah selama satu tahun di Malaysia, tetapi nyatanya mahasiswa Udinus hanya kuliah selama enam bulan di Universitas Teknikal Malaysia Malaka (UTeM). Dari tulisan itu, Wahyu pun dipanggil oleh pihak Rektorat untuk dimintai pertanggungjawabannya tentang tulisan itu. “Setelah dipanggil, saya sempat menyesal telah menulis karena Pak Rektor mengatakan dari tulisan saya itu bisa berdampak kepada 11.000 mahasiswa Udinus dan juga alumni jika kampusnya dicap sebagai kampus penipu,” jelasnya. Wahyu tidak hanya menulis itu saja, dia juga aktif menulis dan mengkritik kampusnya di Blog maupun Kompasiana. Salah satu tulisannya yang paling banyak dibaca yakni “Kau Renggut Miliaran dari kami lalu Kau Perlakukan Kami Seperti Orang Miskin.”

…dst

12 ) Mahasiswa di Makassar Demo Minta Polisi yang Tembak Rekannya Dipecat
http://news.detik.com/read/2013/09/21/173946/2365591/10/mahasiswa-di-makassar-demo-minta-polisi-yang-tembak-rekannya-dipecat?n991102605

Sabtu, 21/09/2013 17:39 WIB
Jakarta – Puluhan mahasiswa Universitas 45 Makassar menggelar unjuk rasa di bawah kolong fly over Urip Sumoharjo, Makassar, sabtu (21/9), guna menuntut ketegasan Kapolda Sulsel menindak anggotanya, Brigpol Yusuf, yang menembak mati Aksal alias Awwa, pada kamis pagi (19/8). Dalam aksinya, mahasiswa Univ. 45 Makassar membawa poster dan borers di tengah perempatan jalan di bawah kolong fly over. Aksi unjuk rasa ini dikawal ketat oleh puluhan personel anggota Polsek Panakukang. “Kami menganggap alasan penembakan rekan kami tidak logis, karena tembakan polisi tersebut langsung mematikan rekan kami, hingga saat ini pula kami belum mengetahui adanya tindakan dari Propam pada oknum tersebut,” ujar Edi Hartono, Koordinator aksi Solidaritas Mahasiswa Univ. 45 Makassar. Sementara itu, dari keterangan Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaja, penembakan Aksal dilakukan sesuai dengan prosedur standar operasional kepolisian, yang terpaksa dilakukan dengan alasan pembelaan diri anggotanya.

…dst

13 ) Kerja Sama Riset Ditingkatkan
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/09/21/237491/Kerja-Sama-Riset-Ditingkatkan

21 September 2013
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berharap agar kerja sama berbasis riset antarperguruan tinggi dan industri terus ditingkatkan. Dengan demikian, kebutuhan dunia industri terhadap sumber daya manusia berkualitas dapat terjawab dengan kerja sama tersebut. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengatakan, jika kerja sama perguruan tinggi dengan industri berbasis riset dikembangkan, pihaknya yakin akan memberikan dampak positif, baik kepada dunia pendidikan maupun dunia kerja. “Kerja sama yang harmonis antara keduanya akan memberi dampak langsung pada dunia akademik, industri, kepemerintahan, dan politik, ujar Djoko saat seminar bertajuk University-Industry Collaboration Seminar Successes and Challanges, di Jakarta, kemarin. Dikatakan, saat ini jumlah penelitian yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan peningkatan. Hal itu tidak luput dari kebijakan pemerintah dalam memberikan porsi dana penelitian ke perguruan tinggi di Indonesia. “Akan sangat baik jika rektor dan dekan memanfaatkan berkolaborasi dengan dunia Industri,” imbuhnya.

…dst

14 ) Dana Penilitian Universitas Brawijaya Rp100 Miliar/Tahun
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/118161/dana-penilitian-universitas-brawijaya-rp100-miliartahun

21 Sept 2013 07:43:24
Malang (Antara Jatim) – Dana penelitian yang dianggarkan oleh Universitas Brawijaya Malang mencapai Rp100 miliar per tahun, baik yang dikucurkan dari pemerintah pusat maupun murni dari anggaran kampus. “Seharusnya anggaran penelitian, baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen ini minimal sebesar 10 persen dari anggaran total kampus, namun kami baru bisa memenuhi sekitar Rp100 miliar saja,” kata Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Yogi Sugito di Malang, Sabtu. Anggaran operasional UB setiap tahunnya rata-rata lebih dari Rp1,2 triliun. Jika anggaran untuk penelitian sebesar 10 persen dari total anggaran, seharusnya sebesar Rp120 miliar. Untuk menyiasati kekuarangan anggaran dan hasil-hasil penelitian tetap banyak serta dapat diaplikasikan pada masyarakat, kata Yogi, pihaknya terus berupaya memperbanyak kerja sama dengan berbagai pihak, baik perusahaan maupun pemerintah daerah. Hanya saja, lanjutnya, penelitian yang dilakukan di Indonesia saat ini masih tumpang tindih, sebab banyak lembaga yang bisa melakukan penelitian, seperti LIPI dan Litbang di masing-masing kementerian maupun lembaga lainnya.

Baca juga  Berita Edukasi, 26 September 2013

…dst

15 ) Peneliti WM Surabaya Temukan Jerami Penyerap Limbah
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/118185/peneliti-wm-surabaya-temukan-jerami-penyerap-limbah

21 Sept 2013 19:58:18
Surabaya (Antara Jatim) – Peneliti dari Fakultas Teknik di Universitas Katolik Widya Mandala (WM) Surabaya Felycia Edi Soetaredjo PhD menemukan jerami sebagai sarana alternatif penyerap limbah logam berat pada industri. “Jerami itu dijadikan bubur, lalu bubur jerami itu dijadikan batch-batch yang diwadahi dalam tangki, kemudian tangki itu dijadikan bagian dari instalasi pembuangan limbah,” kata dosen Jurusan Teknik Kimia FT WM itu kepada Antara di Surabaya, Sabtu. Dosen mata kuliah technopreneurship itu menjelaskan limbah cair dari industri itu akan melalui “biosorbent” (penyerap dari biomassa) dari jerami itu sebelum dilepas ke sungai atau laut, sehingga sungai atau laut tidak tercemar limbah industri yang umumnya mengandung logam berat itu. “Penelitian itu masih tahap pertama, sehingga kami belum menghitung persentase dari limbah yang terserap ke dalam biosorbent yang terbuat dari jerami itu, tapi ikan gatul atau enceng gondok di sekitar pabrik yang biasanya mati tetap hidup,” katanya.

…dst

16 ) Mendesak, Sosialisasi Kurikulum bagi Mahasiswa Kependidikan
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/09/21/237488/Mendesak-Sosialisasi-Kurikulum-bagi-Mahasiswa-Kependidikan

21 September 2013
SEMARANG – Kebijakan baru Kurikulum 2013 mendesak dimasyarakatkan tidak hanya bagi sekolah, guru, atau siswa, tetapi juga mahasiswa kependidikan yang tengah menempuh kuliah S-2 dan S-3. Kondisi itu karena mahasiswa kependidikan di program pascasarjana sebagian besar juga para guru di satuan pendidikan. Hal itu disampaikan Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes), Prof Samsudi, Jumat (20/9), di kantornya. Dia mengatakan, untuk menerapkan kebijakan baru tersebut guru dan dosen merupakan ujung tombak dari pemerintah untuk mentransferkan kepada peserta didik di dalam kelas. ’’Namun, hingga saat ini kuri­kulum baru itu belum seluruhnya tersosialisasi dengan baik dan detail, sehingga sebagai institusi pendidikan yang mencetak guru dan dosen sudah pantas jika PPs Unnes turut memas­yarakatkan substansi Kurikulum 2013,’’ ungkapnya. Untuk mendukung kebijakan baru Kurikulum 2013, PPs Unnes menyelenggarakan seminar nasional bertajuk ’’Implementasi Kuri­kulum 2013: Relevansi dengan Kebutuhan Kualifikasi Kompetensi Lulusan’’.

…dst

17 ) Mau Lolos Seleksi Beasiswa Chevening? Ini Resepnya
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/21/373/869735/mau-lolos-seleksi-beasiswa-chevening-ini-resepnya

Sabtu, 21 September 2013 14:32 wib
JAKARTA – Tidak semua orang bisa langsung menembus seleksi beasiswa, terutama ke luar negeri. Namun, hanya sedikit orang yang mau terus mencoba berkali-kali hingga akhirnya dapat meraih beasiswa tersebut. Salah satunya adalah Yulia Supadmo. Alumni Goldsmith, University of London itu akhirnya bisa menembus beasiswa Chevening setelah mencoba hingga tiga kali. “Saya merasakan susahnya menembus beasiswa Chevening. Tiga kali coba, baru tembus,” ungkap Yulia dalam acara Great Britain Week di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (21/9/2013). Meski demikian, Yulia mengaku bersyukur atas tiga kali penolakan yang dialaminya. Dia merasa, penolakan tersebut justru membuatnya mengetahui karakteristik penilaian dalam program beasiswa dari pemerintah Inggris itu.”Salah satu yang dilihat sponsor adalah bagaimana investasi yang mereka berikan kepada kita melalui beasiswa dapat berguna bagi pembangunan Indonesia dalam bidang yang kita tekuni. Oleh karena itu, penting ada kecocokan antara jurusan yang dipilih dengan profesi yang ditekuni,” jelasnya.

…dst

18 ) Kinerja Program CSR Dikritik
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/09/21/237487/Kinerja-Program-CSR-Dikritik

21 September 2013
SEMARANG – Program corporate social responsibility (CSR) seharusnya bukan kegiatan amal yang bersifat kontemporer, semisal dalam wujud bagi-bagi sembako, bakti sosial dengan menggelar pasar murah, sunatan massal, atau kegiatan lain yang bersifat sementara. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Unissula Peni Rinda Listyawati SH MHum memaparkan kajiannya saat mengikuti ujian kualifikasi di depan tiga penguji Prof Dr Gunarto, Prof Dr Ali Mansyur, dan Dr Ahmad Khisni, baru-baru ini. Dia mengatakan, tanggung jawab sosial memang bisa berwujud kegiatan yang bersifat sosial, tetapi kegiatan sosial tidak bisa dipahami dalam arti sempit, hanya bersifat kegiatan karitas, atau amal. Pasalnya, kegiatan amal yang bersifat sesaat justru akan menciptakan ketergantungan dan masyarakat yang malas.
…dst

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *