Berita Edukasi, 12 Juni 2014

1)  Menguat, Wacana Dikti Pisah dari Kemendikbud
http://www.jpnn.com/read/2014/06/11/239601/Menguat,-Wacana-Dikti-Pisah-dari-Kemendikbud-

Kamis, 12 Juni 2014 , 09.30 WIB
JAKARTA – Wacana memisahkan urusan pendidikan tinggi (dikti) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggelinding. Tujuannya supaya pengembangan pendidikan tinggi lebih fokus. Mendikbud Mohammad Nuh menanggapi dingin wacana itu. Dia mengatakan organisasi kabinet, merupakan alat untuk mencapai tujuan. Nuh mengatakan posisi dikti yang diwacanakan lebih baik lepas dari Kemendikbud harus dikaji lebih matang. Dia menegaskan bahwa dimanapun keberadaan dikti nantinya, tujuan untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi harus terwujud. Sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Afghanistan memisah antara Kementerian Pendidikan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset. Kementerian Pendidikan khusus mengurusi pendidikan dasar hingga menengah saja. Sementara itu Malaysia pernah memecah Kementerian Pendidikan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset. Tetapi kabarnya sekarang sudah disatukan kembali.

…dst

2) Sarjana Lulusan FKIP tak Otomatis Menjadi Guru
http://www.pikiran-rakyat.com/node/284884

Kamis, 12 Juni 2014, 09.30 WIB
SOLO, (PRLM).- Para sarjana baru lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang selama ini dipersiapkan sebagai tenaga pendidik atau guru, mulai 2014 tidak bisa lagi secara otomatis mengajar dengan status guru sekolah negeri. Sebab, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 87, tahun 2013, tentang Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, disebutkan, sarjana lulusan FKIP mulai tahun 2014 tidak secara otomatis memperoleh izin untuk mengajar atau akta empat. ”Berdasarkan ketentuan Permendikbud, penyelenggara lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) tidak boleh mengeluarkan akta empat, sehingga lulusan FKIP hanya menyandang gelar sarjana pendidikan. Sedangkan untuk mendapatkan semacam akta empat, para lulusan FKIP harus menempuh PPG. Padahal, instrumen PPG sampai saat ini belum jelas. Termasuk embaga yang ditunjuk sebagai penyelenggara,” ujar Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, kepada wartawan, Rabu (11/6/2014).Menurut dia, dampak dari peraturan tersebut adalah, para lulusan LPTK tidak mempunyai kepastian jaminan profesi. Dampak tersebut, menurutnya, akan dialami 816 sarjana baru lulusan FKIP UMS yang akan diwisuda tahun 2014, karena hanya menyandang gelar sarjana pendidikan tanpa akta empat.

…dst

3) Program ‘Santri Jadi Dokter’ Muba Kembali Digelar
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/14/06/12/n72dx6-program-santri-jadi-dokter-muba-kembali-digelar

Kamis, 12 Juni 2014, 23:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MUBA — Program “Santri Jadi Dokter” yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak 2008, pada tahun akedemik baru 2014/2015 ini kembali bergulir. Pelaksanaan program tersebut ditandai pembekalan sekaligus pelepasan 10 calon mahasiswa baru oleh Sekretaris Daerah Musi Banyuasin (Muba), H Sohan Majid di Sekayu, Kamis. Sekda Muba menjelaskan, calon mahasiswa Program “Santri Jadi Dokter” itu, akan menjalani pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, dengan sistem masuk asrama selama satu tahun. Calon mahasiswa merupakan putra terbaik Kabupaten Muba karena mereka masuk program pendidikan tersbeut melalui ujian penyaringan yang diikuti 101 orang.

…dst

4) Pendaftaran CPNS 2014 Diundur Minggu Ketiga Juli
http://www.setkab.go.id/berita-13259-pendaftaran-cpns-diundur-minggu-ketiga-juli.html

Kamis, 12 Juni 2014 – 15:11 WIB
Dengan pertimbangan untuk lebih mengoptimalkan persiapan, pemerintah mengundurkan masa pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dari rencana semula Juni menjadi minggu ketiga dan keempat Juli tahun ini. Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, saat ini tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) masih melakukan penetapan formasi untuk setiap instansi. ”Pada awal Juli, akan diumumkan formasi tiap masing-masing instansi. Untuk pendaftaran online, rencananya akan mulai dibuka pada minggu ketiga dan keempat bulan Juli,” ujar Herman di Jakarta, kemarin. Dengan demikian, Herman memperkirakan, tes seleksi CPNS 2014 akan mulai digelar serentak, baik pusat maupun daerah, pada Minggu pertama di bulan Agustus.

…dst

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *