Berita Edukasi, 04 Desember 2013

1 ) Mahasiswa Indonesia berpeluang double degree di Jepang
http://nasional.sindonews.com/read/2013/12/04/15/813266/mahasiswa-indonesia-berpeluang-double-degree-di-jepang

Rabu,  4 Desember 2013  ?  17:08 WIB
Sindonews.com – Mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Fakultas Ilmu Manajemen, Konsentrasi Manajemen Sistem Informasi berpeluang mengambil double degree pada Universitas Waseda Jepang. Dalam Konferensi Persnya kemarin, Direktur PPs UMI H Basri Modding yang didampingi Rektor UMI Masrurah Mochtar serta sejumlah pimpinan UMI menyebutkan, pihaknya resmi mengumumkan hal tersebut, setelah mereka melakukan penandatanganan MoU di Waseda University Jepang pada pertengahan November lalu. “Saat ini sudah ada 13 mahasiswa yang lulus di manajemen informasi dari sebelumnya yang ikut daftar sebanyak 40 orang. Nanti mereka digodok dulu di sini (PPs UMI) dan jika mau akan mengikuti tes sesuai dengan persyaratan untuk mengambil program double degree di Waseda University,” ungkap kepada wartawan di Makassar, Rabu (4/12/2013). Keluaran doble degree ini, tidak menutup kemungkinan untuk menjadi dosen di UMI, namun masih menunggu kebijakan kampus. Namun pihaknya mengaku masih akan mempertimbangkannya.

…dst

2 ) PT ”Sabuk Pengaman” Dapat Kebijakan Khusus
Universitas Timor Akan Ajukan Perubahan Status Menjadi PTN
http://print.kompas.com

Rabu, 4 Desember 2013
KUPANG, KOMPAS — Perguruan tinggi yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil, terutama di perbatasan negara, mendapatkan kebijakan khusus dalam proses perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri. Kebijakan itu untuk mempersingkat jalur birokrasi. ”Tujuannya agar proses perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) lebih cepat. Ini dibutuhkan agar PTN bisa menjadi ’sabuk pengaman’ bangsa,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai berkunjung ke Universitas Timor (Unimor), Senin (2/12) malam, di Kefa, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Nuh mengatakan, mengubah status perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri, terutama di perbatasan negara, adalah untuk membangun sabuk pengaman budaya. ”Bukan hanya sabuk pengaman dari sisi keamanan,” kata Nuh. Unimor yang berada di wilayah berbatasan langsung dengan Timor Leste saat ini tengah memproses perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri. Namun, proses itu terhambat karena ada masalah status sertifikat tanah dari Kementerian Kehutanan. Karena masalahnya ada di tingkat pusat, Nuh berjanji akan menyelesaikannya lintas kementerian. ”Secara prinsip tidak ada masalah apa-apa. Kami tinggal menunggu sertifikat tanahnya saja lalu proses bisa lanjut. Kami juga tak ingin menelantarkan perjuangan Universitas Timor selama bertahun-tahun ini,” kata Nuh.

…dst

3 ) Profesor Tak Boleh Malu Mengajar S-1
Rektor Undip Beri Kuliah di FISIP
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/12/04/245245/Profesor-Tak-Boleh-Malu-Mengajar-S-1

04 Desember 2013
SEMARANG – Rektor Undip Prof Sudharto PH berkesempatan mem­­berikan kuliah untuk mahasis­wa S-1 FISIP di kampus Tem­ba­lang, Selasa (3/12). Mantan Deputi Menteri Ling­kungan Hidup itu menyampaikan perkuliahan di hadapan 50 mahasiswa Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis. ”Seorang guru besar, termasuk rektor, tidak boleh malu mengajar S-1. Bukankah ketika menjabat dosen kali pertama yang diberi kuliah juga mahasiswa S-1?  Kenapa mesti malu  mengajar mereka kembali, meski telah menyandang gelar profesor?” ucap Sudharto dengan nada retoris. Menurutnya, surat keputusan (SK) dosen pertama kali masuk juga berisi ketentuan wajib mengajar S-1. Pada perkembangannya ka­rena tuntutan keilmuan, mereka la­lu mendapat tambahan membe­rikan perkuliahan mahasiswa S-2 dan S-3.

…dst

4 ) Ini Dia Mobil Irit Buatan Anak UI
http://kampus.okezone.com/read/2013/12/04/373/907189/ini-dia-mobil-irit-buatan-anak-ui

Rabu, 04 Desember 2013 18:31 wib
DEPOK – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim UI Supermileage Vehicle Team (UI-SMV) hari ini meluncurkan dua mobil masa depan di kampus Fakultas Teknik (FT). Satu mobil merupakan prototype kendaraan berbahan bakar bensin dan satu lagi adalah prototype urban concept. Kedua mobil tersebut akan diikutsertakan dalam ajang Shell Eco Marathon (SEM) di Filipina pada Februari 2014 mendatang. SEM adalah ajang kompetisi tahunan bagi mahasiswa seluruh dunia dalam teknologi mobil irit ramah lingkungan. Pada kategori prototype bensin, tim UI-SMV melalui Nakoela Team menampilkan mobil bernama Keris RV. Sebelumnya, Keris RV telah berhasil mencetak rekor Indonesia dengan pencapaian satu liter bensin untuk menempuh jarak 1.027 kilometer pada ajang Indonesia Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC), November 2013 lalu. Keris RV yang berbobot 45 kilogram ini memiliki kerangka mobil berbahan alumunium dengan menggunakan Internal Combution Engine serta 110 CC karburator.

…dst

5 ) Riset 5 Kampus tentang Sel Surya Berbasis Pewarna
http://kampus.okezone.com/read/2013/12/04/373/906945/riset-5-kampus-tentang-sel-surya-berbasis-pewarna

Rabu, 04 Desember 2013 12:09 wib
SOLO – Sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi (PT) membentuk konsorsium riset sekaligus mengembangkan sel surya berbasis pewarna atau yang dikenal dengan sebutan dye sensitized solar cell (DSSC).  Sistem ini diklaim jauh lebih murah dari sel surya berbahan silicon. Perguruan tinggi yang terlibat dalam konsorsium riset ini adalah Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Ma Chung Malang, dan  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut Peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS, Agus Supriyanto, riset DSSC ini dilatarbelakangi oleh semakin menipisnya cadangan minyak bumi. “Untuk itu harus segera dicari solusi sumber energi terbaru dengan memanfaatkan energi alternatif yang tersedia melimpah, salah satunya memanfaatkan energi dari sinar matahari,” jelas Agus kepada wartawan, di Ruang Sidang Rektorat UNS, Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2013).

…dst

6 ) Minuman Kesehatan Tanpa Efek Samping dari UGM
http://kampus.okezone.com/read/2013/12/04/373/907101/minuman-kesehatan-tanpa-efek-samping-dari-ugm

Rabu, 04 Desember 2013 14:43 wib
JAKARTA – Selama ini banyak beredar di pasaran berbagai minuman penyegar untuk kesehatan. Sayang, minuman tersebut mengandung bahan kimia yang jika digunakan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping bagi si peminum.Keadaan tersebut melatarbelakangi beberapa peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada UGM (UGM) Yogyakarta untuk mengembangkan minuman penyegar berbahan herbal dengan efek samping minimal. Mereka adalah Agung Endro Nugroho, Zullies Ikawati, Ediati, Triana Hertiani, dan Saifullah. Kelima peneliti tersebut mengembangkan minuman berbahan herbal prostamina untuk meningkatkan stamina tubuh dan kolestramina untuk penurun kolesterol. “Kami ingin memberikan pada masyarakat produk yang aman dan berkhasiat sehingga mengembangkannya dengan bahan herbal,” kata Agung, seperti disitat dari laman UGM, Rabu (4/12/2013).

…dst

7 ) Unsoed Kalah Debat dengan Kampus Amerika
http://kampus.okezone.com/read/2013/12/04/373/907116/unsoed-kalah-debat-dengan-kampus-amerika

Rabu, 04 Desember 2013 18:03 wib
JAKARTA – Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendapat kesempatan untuk menjajal kemampuan debat mereka dalam ajang debat internasional Oxford Inter Varsity. Sayang, dalam kompetisi bergengsi itu, keduanya belum dapat membawa gelar juara. Para mahasiswa itu ialah Alan Afriyanto dari Jurusan Akuntansi angkatan 2010 dan Kiky Berty Apriana Saragi yang berasal dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan angkatan 2010. Keduanya pun berbagi cerita selama berada di Liverpool, Inggris. Alan mengungkap, Oxford Inter Varsity merupakan salah satu debat bahasa Inggris paling prestisius di dunia yang diselenggarakan oleh Oxford University, Inggris. “Skala perlombaan ini adalah tingkat dunia,” tutur Alan, seperti dikutip dari laman Unsoed, Rabu (4/12/2013).

…dst

8 ) Mendikbud Minta Kampus Terima Siswa Miskin
http://www.tempo.co/read/news/2013/12/03/079534358/Mendikbud-Minta-Kampus-Terima-Siswa-Miskin

Selasa, 03 Desember 2013 | 17:42 WIB
TEMPO.CO, Kupang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meminta Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima mahasiswa yang kurang mampu. “Jemputlah anak-anak kurang mampu dengan tangan terbuka untuk dibawa ke kampus Undana. Itu letak kemuliaan dari perguruan tinggi,” kata Muhamad Nuh saat melantik Rektor Undana Kupang, Selasa, 3 Desember 2013. Rektor Undana yang dilantik adalah Fred Benu. Dia akan menjabat untuk periode 2013- 2017, menggantikan Frans Umbu Datta. “Jabatan rektor harus ada proses regenerasi dan regenerasi rektor Undana dilaksanakan dengan bijak,” katanya. Dalam sambutannya, Mohamad Nuh meminta pemerintah daerah memanfaatkan sumber daya manusia Undana untuk kemajuan daerah. “Undana saat ini sudah lebih maju dari Undana 20-30 tahun lalu,” katanya.

…dst

9 ) Dolin Tidak Menyangka Bisa Kuliah
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/12/04/3/199030/Dolin-Tidak-Menyangka-Bisa-Kuliah

Rabu, 04 Desember 2013 | 18:31 WIB
Metrotvnews.com, Surabaya: Telah hampir dua semester Fridolinda Seruya Nakluy merasakan pahit manisnya bangku kuliah. Menimba ilmu di kelas, mengerjakan tugas atau bersiap menghadapi ujian akhir semester, seharusnya sudah menjadi realita yang tak lagi aneh bagi perempuan yang akrab disapa Dolin itu. Namun, mahasiswa jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur, ini mengaku masih belum percaya bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Tanah Air. Apalagi, keluarga Dolin termasuk golongan kurang mampu.Raut bahagia tampak di wajah Dolin saat ditemui di sela-sela ajang Pertamina Goes to Campus di ITS, Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu. Berbagai kisah mengenai kehidupan sehari-harinya ia ceritakan. Tahun ini, indeks prestasi kumulatif alias IPK Dolin cukup bagus, yakni 3,46.

…dst

10 ) Pemprov DKI Siap Lawan Permendiknas
Soal Ketentuan BOP bagi Sekolah Swasta
http://www.jpnn.com/read/2013/12/04/204085/Pemprov-DKI-Siap-Lawan-Permendiknas

Rabu, 04 Desember 2013 , 06:16:00
KEBON SIRIH – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengkritisi kebijakan pemerintah pusat. Kali ini, dia memprotes Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana. Peraturan itu berbunyi bahwa hanya sekolah dengan ukuran luas minimal 2.500 meter persegi yang berhak mendapatkan bantuan operasional pendidikan (BOP). Menurut Ahok, aturan tersebut membuat banyak sekolah di DKI, khususnya sekolah swasta, terhalang untuk mendapatkan BOP. Kebanyakan sekolah swasta di DKI hanya seluas sekitar 300 meter persegi. Padahal, dalam RAPBD 2014, pemprov telah menyiapkan dana Rp 2,7 triliun untuk membantu sekolah tidak mampu lewat program BOP. Dia memaparkan, banyak sekolah swasta yang kesulitan biaya operasional dan layak mendapat BOP. “Aturannya kita lawan saja. Kami akan tetap memberikan BOP kepada sekolah swasta tahun depan,” tegas dia kepada wartawan di balai kota Selasa (3/12).Dia menjelaskan, banyak sekolah swasta di Jakarta yang hanya memiliki lahan tak terlalu luas. Sekolah tersebut sejatinya adalah kawasan permukiman yang disulap menjadi sekolah. Mulai SD, SMP, hingga SMA atau SMK. Itu terjadi atas inisiatif warga karena jumlah sekolah negeri di Jakarta masih terbatas.

…dst

– See more at: http://www.kopertis12.or.id/2013/12/04/berita-edukasi-04-desember-2013.html#sthash.yi60Kn1N.dpuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *